Makan Siang di Resto Pesona Kampung Sunda Warisan Kuliner Leluhur

 


Pesona Kampung Sunda


Windrayu.com, Bandung - Kalau ada yang bilang aku suka banget makan di luar? Sebenarnya nggak juga ya. Sejak pandemi memang delivery food itu masih menjadi pilihan utama. Siapa sih yang mau terpapar virus? Meskipun aku sudah vaksin ketiga juga nih (bukan pamer, ngasih tahu aja, hehe). Tetap dong protokol kesehatan masih wajib diberlakukan. Aplikasi peduli lindungi pastikan ada di smartphone karena mau masuk restoran pun harus scan barcode peduli lindungi dulu gaes. Mau masuk ke Resto Pesona Kampung Sunda pun sama aturannya.

Jadi, tepat hari senin kemarin, 14 Maret 2022, aku mendatangi Resto Pesona Kampung Sunda bareng rekan kantor yang sahabat aku juga. Dia tuh orang yang paling tahu tempat makan enak. Dia habis sakit, hampir satu bulan tidak keluar rumah. Terus ada keinginan makan masakan khas sunda. Bilangnya lihat Pesona Kampung Sunda dari TikTok. Memang ya sekarang mau tahu info ter-update itu adanya di media sosial.

Kalau dilihat lokasi Resto Pesona Kampung Sunda itu dekat banget sama kantor lama aku. Pas banget di minggu pertama kami mau pindah kantor, akhirnya mengunjungi resto itu. Lokasinya ada di Jl. Cisangkuy No. 56, Bandung. Dekat banget sama Gedung Sate. Pintu masuknya ada dua sisi. Salah satu sisinya ada yang menghadap Taman Lansia, Bandung. Kalau teman-teman yang mau berkunjung ke sana bawa kendaraan pribadi bisa masuk dari sisi satunya lagi. Tersedia tempat parkir untuk mobil.

Aku bocorin aja, aku bukan orang Sunda asli, termasuk pendatang yang bertahan cukup lama di Bandung. Namun, sama makanan memang aku nggak begitu pilih-pilih. Sebelum mencoba makan di Pesona Kampung Sunda, aku juga pernah makan di beberapa resto khas sunda yang lainnya. Dari jenis makanannya masih berterima di lidah Jawa aku. 

Makanan di Resto Pesona Kampung Sunda pun menunya tidak jauh berbeda. Namun, suasana restonya itu benar-benar dibuat supaya pengunjung merasakan budaya dan tradisi Sunda. Saat kamu datang ke resto ini akan disambut dengan kalimat "Mau Makan... Mangga Langsung Ka Dapur". 

Papan di dekat gerbang masuk

Ini lewat jalur masuk yang di seberang Taman Lansia, sebelum ke dapur kamu akan diajak melewati setapak kecil yang kanan kirinya ada tanaman padi. Jadi, kita makan serasa di tengah sawah.


Setiap makanan berawal dari dapur, kan. Di resto ini cara mereka memasak ditunjukin menggunakan hawu (tungku tradisional). Kita diajak masuk ke dapur mereka. Ini ada video yang memperlihatkan ada mas-mas(#akang maksudnya, di sunda say beda panggilan, hehe) yang jagain hawu-nya.


 

 

Menu Makanan Pesona Kampung Sunda

Kamu yang lagi kelaparan pasti nggak sabar ingin tahu menunya apa aja sih? 

 

Resto Pesona Kampung Sunda memiliki tagline 'Warisan Kuliner Leluhur', berarti resepnya asli resep leluhur 100 persen gaes. Yuk, langsung cek menu di bawah ini.

 

Meja 1. Nasi Liwet

Meja 2. Lauk Teman Nasi


Nasi liwetnya ada nasi liwet beras merah dan ada yang putih. Sesuai selera kamu mau pilih mana atau campur juga bisa. Nasi mah ambil sendiri. Kamu mau ambil banyak atau sedikit bebas. Teman nasinya juga banyak pilihan. Ada menu yang masih ditaruh di atas hawu yaitu ada gurame moy, entog presto, ayam kampung presto, dan seupan lauk mas. 

Terus lauk teman nasi yang ada di meja 2 yang nanti diolah dulu sama kokinya sebelum kita makan. Jadi, dimasak dadakan gitu itu, aku sebutin beberapa yang masih aku ingat: asin peda, gurame kampung sunda, nila goreng garing, pindang lauk mas, puyuh goreng gurih, ayam kampung, paru goreng ma tuti, limpa, tamusu,babat raweuy, jengkol goreng, perkedel, gepuk, gorengan udang, tempe goreng tepung, cumi, dan tahu goreng.

Meja 3. Tumis-tumisan

Meja 4. Sambel


Di deretan meja 3 ada semur jengkol, tumis kembang gedang, tumis tulang jambal, tumis leunca, tumis jantung pisang, tumis jantung ayam, dan kentang. Terus dilengkapi dengan lalapan dan sambal yang ada di meja 4. 

Di meja 4 ada *Mbah putri (*sebutan dari aku aja ini) yang jagain, sepertinya yang nanti buatin karedok dadakan buat pelanggan. Sambelnya di sini ada tiga varian. Aku hanya nyobain sambel bereum emok yang pedesssnya ampun deh. Terus  ada sambel tomat dan pencok daun katel. Aku asing juga nih sama pencok daun katel, tapi aku nggak nyobain, nggak tahu deh rasanya gimana.

 

Meja 5. Minuman

Minumannya juga macam-macam ada es goyobod sepertinya jadi favorit wargi kampung. Ada es cincau juga, es lemon, teh, dan minuman lainnya.

Setelah mengitari meja-meja itu dan memilih menu makanan yang disuka, langsung lanjut deh ke kasir buat bayar. Kamu juga nggak perlu takut kalau misal mengambil makanan banyak banget, nanti ada akang-akang baik hati yang akan bawain makanan kamu ke meja yang kamu pilih buat duduk. 

Luar Ruangan

Dalam Ruangan


Kalau kamu mau pilih meja yang ada di dalam ruangan atau di luar sama nyamannya kok. Namun, kalau kamu datang di jam makan siang, awas tidak dapat kursi. Suka penuh kalau di waktu makan siang. Kebetulan pas aku sama rekan kerjaku ke sini itu jam makan siangnya kecepetan. Pukul sebelas  kami datang. Jadi, masih sepi. Pas menginjak pukul 12 siang mulai mobil berdatangan, parkiran penuh dan meja-meja pun mulai terisi semua.

Wajah-wajah kelaparan

Setelah sampai di meja jangan lupa selfie dulu (#eh salah). Maksudnya berdoa dulu ya gaes sebelum makan selapar apa pun kamu. Supaya makanan yang kita makan berkah. Dan tahu nggak kalau makan di sini nggak akan terisa satu butir nasi pun, abis bersih itu piring. Enak banget.

Bagi kamu yang tertarik nyobain makanan sunda silakan datang ke Resto Pesona Kampung Sunda. 

Sekarang, aku mau istirahat dulu sambil mikir jalan-jalan kuliner selanjutnya ke mana ya?[W.Y]


10 komentar:

  1. Terasa banget ya suasana kampungnya..selera saya bangett, masakan kampung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. masakan kampung tapi rasa premium ya kak

      Hapus
  2. Untuk bawa balita rekomen ga ka? Suasananya asri banget ya ka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget kak, banyak family yang ngajak satu keluarga balita atau anak-anak

      Hapus
  3. Makan di luar memang menyenangkan. Asal cocok sama kondisi kantong, ga masalah. Apalagi ketemu tempat kaya gini yang nyaman buat dikunjungi bersama orang2 dekat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya kalau harga standar ya di sini, cuma kitanya bisa nahan diri ga? soalnya bentuknya parasmanan gitu...hehehe kalau ampe kalap dan ngambil semua jenis makanan.. Nah, ini yang bahaya

      Hapus
  4. Konsep mempertahakan resep dan metode memasak asli ini menarik sekali. Apalagi pengunjung diajak ke dapur.

    Omong-omong, nasi yang dimasak di tungku rasanya lebih otentik dari nasi yang ditanak di rice cooker

    BalasHapus
  5. Ya Ampun.... jadi inge5 temanku orang sunda.. hehehe. Btw asyik lho suasananya tih keliatan membawa citra khas sunda. Apalagi disajikannya pakai besek kah itu? Pakai kompornya juga ya . Khas g pakai kompor

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya hawu(tungku), piringnya bentuknya kaya wajan mini gitu dialasi daun pisang

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.